Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Perkuat Budaya Mutu Akademik, Prodi Magister MPI UIN Alauddin Makassar Ikuti Workshop Penyusunan Standar Mutu Pascasarjana 2026-2030

Perkuat Budaya Mutu Akademik, Prodi Magister MPI UIN Alauddin Makassar Ikuti Workshop Penyusunan Standar Mutu Pascasarjana 2026-2030

Makassar — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyelenggarakan Workshop Penyusunan Standar Mutu Pascasarjana Tahun 2026–2030 pada Selasa-Rabu, 8-9 September 2026, bertempat di Hotel Sultan Alauddin, Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal Menuju Pascasarjana yang Unggul dan Berdaya Saing”. Workshop tersebut bertujuan menyusun draf standar mutu akademik dan nonakademik yang selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), sekaligus mendukung pencapaian visi, misi, dan keunggulan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Direktur Pascasarjana Nomor 1519 Tahun 2026 tentang Penetapan Panitia Kegiatan Penyusunan Standar Mutu Pascasarjana.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Dr. Baharuddin, M.M.; Sekretaris Program Studi MPI, Dr. Mardhiah, M.Pd.; serta staf Program Studi MPI, Resmi, S.Sos. Kehadiran unsur pimpinan dan staf Prodi MPI tersebut merupakan bagian dari keterlibatan program studi dalam mendukung penguatan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Partisipasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyusunan, penerapan, dan pengembangan standar mutu yang sesuai dengan ketentuan serta kebutuhan pengelolaan program studi.

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Hasyim Haddade, S.Ag., M.Ag., yang mewakili Direktur Pascasarjana, setelah penyampaian laporan Ketua Panitia, Prof. Dr. Andi Susilawaty, S.Si., M.Kes. Dalam pelaksanaannya, penyusunan standar mutu dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab tuntutan akreditasi program studi dan institusi, meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, serta merespons perkembangan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diikuti sekitar 85 peserta yang terdiri atas pimpinan Pascasarjana, ketua dan sekretaris program studi, Ketua Penjaminan Mutu Pascasarjana, serta ketua dan sekretaris Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dari 15 program studi.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Dr. Alim Syariati, M.Si., narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar, mengenai kebijakan penjaminan mutu serta konsep dan teknik penyusunan standar mutu berbasis SN-Dikti. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa standar mutu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan ketentuan minimal, tetapi juga perlu mencerminkan karakteristik, keunikan, dan keunggulan institusi. Proses penyusunannya perlu mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan, hasil benchmarking, serta perumusan indikator yang jelas dan terukur. Seluruh standar tersebut selanjutnya menjadi dasar pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan draf standar mutu oleh Tim GPM dari 15 program studi yang dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi. Setiap tim mempresentasikan rumusan standar mutu program studinya untuk memperoleh tanggapan, saran, dan masukan dari peserta lain maupun narasumber. Diskusi berlangsung sebagai ruang pertukaran gagasan dan penyamaan persepsi mengenai substansi standar mutu akademik dan nonakademik yang perlu dikembangkan. Melalui mekanisme tersebut, setiap program studi diharapkan dapat menyempurnakan rumusan standarnya agar lebih relevan dengan kebutuhan pengelolaan akademik, tata kelola kelembagaan, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Ketua Program Studi Magister MPI, Dr. Baharuddin, M.M., menilai bahwa keikutsertaan dalam workshop ini menjadi kesempatan penting bagi program studi untuk memperkuat komitmen terhadap penjaminan mutu yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, standar mutu perlu dipahami bukan sekadar sebagai dokumen untuk memenuhi kebutuhan administrasi atau akreditasi, melainkan sebagai pedoman dalam meningkatkan kualitas tata kelola program studi, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta pelayanan akademik kepada mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil workshop melalui penyempurnaan standar yang terukur, relevan dengan kebutuhan program studi, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkesinambungan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, Tim GPM masing-masing program studi akan menyempurnakan draf standar mutu berdasarkan masukan yang diperoleh selama workshop. Draf tersebut selanjutnya akan dikompilasi dan diverifikasi oleh Ketua Penjaminan Mutu Pascasarjana bersama LPM UIN Alauddin Makassar untuk memastikan kesesuaiannya dengan SN-Dikti dan regulasi terkait. Pascasarjana juga merencanakan forum finalisasi sebelum dokumen diajukan kepada pimpinan untuk mendapatkan pengesahan. Tahapan ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen standar mutu yang sistematis, terukur, dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing program studi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister MPI UIN Alauddin Makassar diharapkan semakin memperkuat peran aktifnya dalam membangun budaya mutu di lingkungan Pascasarjana. Standar mutu yang disusun dan disempurnakan secara berkelanjutan diharapkan menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola program studi yang akuntabel. Dengan demikian, upaya penjaminan mutu tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi diwujudkan dalam praktik penyelenggaraan pendidikan tinggi yang konsisten, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian keunggulan akademik serta daya saing institusi.

Penulis: Rahma Amalia