Gowa – Pascasarjana
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pemikiran
baru di bidang pendidikan. Melalui Sidang Promosi Doktor yang berlangsung
khidmat, Titi Mildawati, S.Pd.I., M.Pd.I. sukses mempertahankan
disertasinya yang berfokus pada strategi penguatan karakter peserta didik di
tingkat sekolah dasar.
Dibawah bimbingan Promotor Prof.
Dr. H. A. Marjuni, M.Pd.I., Kopromotor Prof. Dr. H. Muljono Damopolii,
M.Ag., dan Dr. Baharuddin, MM., Titi membedah urgensi kerja sama
antara institusi pendidikan dan keluarga dalam penelitian berjudul "Kolaborasi
antara Sekolah dan Komunitas Orang Tua Peduli dalam Menghabituasi Profil
Pelajar Pancasila pada Sekolah Dasar Inpres di Kecamatan Somba Opu Kabupaten
Gowa".
Temuan Teori Baru: BSBP dan
AECCA
Dalam paparannya, Dr. Titi
Mildawati memperkenalkan temuan orisinal yang ia rumuskan sebagai "Teori
Ritual Habituasi BSBP" (Budaya Sekolah Berbasis Pancasila). Teori ini
menekankan bahwa pembentukan karakter peserta didik paling efektif dilakukan
melalui ritual pembiasaan kolektif yang terjadwal dan berulang di lingkungan
sekolah.
Selain itu, ia juga memetakan
ekosistem kolaborasi melalui "Collaborative Ecosystem AECCA
Theory". Rumusan ini memuat lima pilar utama kolaborasi, yaitu:
- Alignment: Keselarasan visi dan misi.
- Engagement: Keterlibatan aktif orang tua.
- Collaboration: Program bersama antara
sekolah dan komunitas.
- Communication: Forum rutin sebagai media
koordinasi.
- Appreciation: Pemberian penghargaan atas
sikap positif.
Urgensi Peran Orang Tua
Penelitian kualitatif yang
dilakukan di SD Inpres Samata, SD Inpres Balang-Balang, dan SD Inpres
Paccinongan ini membuktikan bahwa kehadiran Komunitas Orang Tua Peduli (KOP)
menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Kurikulum Merdeka, khususnya pada enam
dimensi Profil Pelajar Pancasila.
"Pembentukan karakter tidak
bisa hanya dibebankan kepada guru. Perlu ada ekosistem kolaboratif yang
melibatkan orang tua melalui komunikasi terstruktur, kunjungan rumah, hingga
pelaksanaan kelas parenting," tegas Dr. Titi di hadapan dewan penguji.
Dewan Penguji
Sidang ini dihadiri oleh jajaran
penguji ahli, yaitu Prof. H. Muhammad Ramli, M.Si., Prof. Dr. Umar
Sulaeman, M.Pd., dan Dr. Hj. Mardhiah, M.Pd. yang memberikan
apresiasi atas kontribusi teoritis dan praktis dari hasil penelitian tersebut.
Dengan capaian ini, Dr. Titi
Mildawati resmi menjadi Doktor pada Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan.
Temuannya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi sekolah-sekolah dasar di
Sulawesi Selatan dalam mengoptimalkan peran orang tua untuk melahirkan generasi
yang berakhlak mulia, mandiri, dan bernalar kritis.