Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Bentuk Karakter, Doktor Baru UIN Alauddin Makassar Tawarkan Teori Ritual Habituasi BSBP

Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Bentuk Karakter, Doktor Baru UIN Alauddin Makassar Tawarkan Teori Ritual Habituasi BSBP

Gowa – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pemikiran baru di bidang pendidikan. Melalui Sidang Promosi Doktor yang berlangsung khidmat, Titi Mildawati, S.Pd.I., M.Pd.I. sukses mempertahankan disertasinya yang berfokus pada strategi penguatan karakter peserta didik di tingkat sekolah dasar.

Dibawah bimbingan Promotor Prof. Dr. H. A. Marjuni, M.Pd.I., Kopromotor Prof. Dr. H. Muljono Damopolii, M.Ag., dan Dr. Baharuddin, MM., Titi membedah urgensi kerja sama antara institusi pendidikan dan keluarga dalam penelitian berjudul "Kolaborasi antara Sekolah dan Komunitas Orang Tua Peduli dalam Menghabituasi Profil Pelajar Pancasila pada Sekolah Dasar Inpres di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa".

Temuan Teori Baru: BSBP dan AECCA

Dalam paparannya, Dr. Titi Mildawati memperkenalkan temuan orisinal yang ia rumuskan sebagai "Teori Ritual Habituasi BSBP" (Budaya Sekolah Berbasis Pancasila). Teori ini menekankan bahwa pembentukan karakter peserta didik paling efektif dilakukan melalui ritual pembiasaan kolektif yang terjadwal dan berulang di lingkungan sekolah.

Selain itu, ia juga memetakan ekosistem kolaborasi melalui "Collaborative Ecosystem AECCA Theory". Rumusan ini memuat lima pilar utama kolaborasi, yaitu:

  1. Alignment: Keselarasan visi dan misi.
  2. Engagement: Keterlibatan aktif orang tua.
  3. Collaboration: Program bersama antara sekolah dan komunitas.
  4. Communication: Forum rutin sebagai media koordinasi.
  5. Appreciation: Pemberian penghargaan atas sikap positif.

Urgensi Peran Orang Tua

Penelitian kualitatif yang dilakukan di SD Inpres Samata, SD Inpres Balang-Balang, dan SD Inpres Paccinongan ini membuktikan bahwa kehadiran Komunitas Orang Tua Peduli (KOP) menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Kurikulum Merdeka, khususnya pada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila.

"Pembentukan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Perlu ada ekosistem kolaboratif yang melibatkan orang tua melalui komunikasi terstruktur, kunjungan rumah, hingga pelaksanaan kelas parenting," tegas Dr. Titi di hadapan dewan penguji.

Dewan Penguji

Sidang ini dihadiri oleh jajaran penguji ahli, yaitu Prof. H. Muhammad Ramli, M.Si., Prof. Dr. Umar Sulaeman, M.Pd., dan Dr. Hj. Mardhiah, M.Pd. yang memberikan apresiasi atas kontribusi teoritis dan praktis dari hasil penelitian tersebut.

Dengan capaian ini, Dr. Titi Mildawati resmi menjadi Doktor pada Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan. Temuannya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi sekolah-sekolah dasar di Sulawesi Selatan dalam mengoptimalkan peran orang tua untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bernalar kritis.