SINJAI – Komitmen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dalam mengawal tata kelola ekonomi syariah di daerah kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, Program Studi Magister Ekonomi Syariah menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang memfokuskan pendampingan evaluasi dampak zakat produktif di Kabupaten Sinjai.
Agenda strategis yang dipusatkan di Kantor BAZNAS Kabupaten Sinjai pada Kamis (30/7/2026) ini mengangkat topik “Optimalisasi Pengukuran Dampak Zakat Produktif Berbasis CIBEST Model dan Mashlahah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. Forum ini hadir guna memperkuat kapasitas para amil dalam mengukur efektivitas penyaluran modal usaha syariah secara ilmiah dan terukur.
Kegiatan PkM ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan Prodi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, yaitu Ketua Prodi Prof. Dr. H. Mukhtar Lutfi, M.Pd. serta Sekretaris Prodi Prof. Dr. Umar Sulaiman, M.Pd.
Pendekatan Ganda: Dimensi Material dan Spiritual
Dalam sesi pendampingan, tim akademisi Pascasarjana mendorong BAZNAS Sinjai untuk tidak sekadar melihat kesuksesan program zakat dari besarnya dana yang tersalurkan, melainkan dari sejauh mana mustahik (penerima zakat) mampu bertransformasi menjadi muzakki (pemberi zakat) yang mandiri.
Untuk mencapai target tersebut, Prof. Dr. Umar Sulaiman, M.Pd. memaparkan implementasi Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) Model yang dipadukan dengan prinsip Mashlahah (Al-Dharuriyyat Al-Khamsah). Kerangka kerja ini mengukur dua indikator utama:
- Dimensi Material: Menganalisis kurva peningkatan pendapatan, pemenuhan gizi keluarga, serta tingkat kecukupan kebutuhan pokok harian rumah tangga mustahik.
- Dimensi Spiritual: Mengukur taraf pemahaman keagamaan, konsistensi ibadah, serta kualitas moral penerima manfaat setelah memperoleh suntikan modal usaha.
Ketua Prodi, Prof. Dr. H. Mukhtar Lutfi, M.Pd., menegaskan bahwa pengukuran komprehensif ini menjadi instrumen vital agar pendayagunaan zakat tidak berhenti pada tataran bantuan finansial sesaat, melainkan mampu mengentaskan kemiskinan secara holistik dan berkelanjutan.
Penguatan Akuntabilitas Filantropi Daerah
Inisiasi ini disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai, Dr. H. M. Tahir. Pihaknya mengapresiasi kehadiran para pakar dari Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang memberikan alat ukur konkret untuk kebutuhan evaluasi lapangan. Menurutnya, adopsi kerangka CIBEST dan Mashlahah akan sangat membantu BAZNAS Sinjai dalam memetakan efektivitas program sekaligus meningkatkan transparansi publik atas pengelolaan dana ummat.
Melalui sinergi akademik ini, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar berharap model evaluasi terintegrasi tersebut dapat diterapkan secara permanen oleh BAZNAS Sinjai dalam merumuskan kebijakan pendayagunaan zakat yang makin tepat sasaran di masa mendatang.