Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Menelusuri Kearifan Lokal Ammatoa Kajang, Magister MPI dan KPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Bangun Pembelajaran Berbasis Budaya

Menelusuri Kearifan Lokal Ammatoa Kajang, Magister MPI dan KPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar Bangun Pembelajaran Berbasis Budaya

Ammatoa Kajang, 12 Agustus 2026 – Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana UIN Alauddin Makassar melanjutkan kegiatan dengan kunjungan wisata budaya ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Kabupaten Bulukumba. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengalaman bersama yang mempertemukan unsur dosen, staf, alumni, dan mahasiswa dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan budaya lokal.

Kawasan Adat Ammatoa Kajang dikenal sebagai salah satu komunitas adat yang masih mempertahankan tradisi, nilai-nilai budaya, serta pola kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. Kehidupan masyarakat Kajang yang menjunjung tinggi kesederhanaan, kebersamaan, kepatuhan terhadap aturan adat, serta penghormatan terhadap alam menjadi daya tarik tersendiri bagi rombongan untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat adat.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan wisata, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi sivitas akademika Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Di tengah lingkungan masyarakat adat, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai budaya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang melalui ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan.

Bagi Program Studi Magister MPI, kunjungan ini memiliki relevansi dengan kajian manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam memahami bagaimana nilai, norma, kepemimpinan, dan budaya masyarakat dapat diwariskan serta dipertahankan lintas generasi. Kehidupan masyarakat Ammatoa Kajang memberikan gambaran mengenai pentingnya keteladanan, kepemimpinan berbasis nilai, kebersamaan, dan konsistensi dalam menjaga budaya sebagai bagian dari proses pendidikan masyarakat.

Dr. Mardhiah, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Magister MPI, menyampaikan bahwa kunjungan ke Ammatoa Kajang penting karena mahasiswa dan sivitas akademika perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah masyarakat mampu mempertahankan nilai dan identitas budayanya. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa bahwa pendidikan pada dasarnya tidak hanya berlangsung melalui institusi formal, tetapi juga melalui keluarga, masyarakat, tradisi, dan lingkungan. “Kita berkunjung ke sini bukan hanya untuk melihat budaya, tetapi untuk belajar bagaimana nilai-nilai kehidupan, kepemimpinan, kebersamaan, dan kearifan lokal dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Nur Hikmah Maudinah, S.Pd., M.Pd., alumni Magister MPI, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan karena memperlihatkan secara langsung kehidupan masyarakat yang tetap memegang teguh nilai-nilai adat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kesederhanaan yang terlihat dalam kehidupan masyarakat Kajang menjadi pelajaran penting bahwa kemajuan tidak selalu harus diukur dari banyaknya fasilitas, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga nilai, kebersamaan, dan identitas budaya. “Bagi saya, Ammatoa Kajang bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi tempat untuk belajar tentang kesederhanaan, konsistensi, dan bagaimana sebuah nilai dapat hidup dalam keseharian masyarakat,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Rahma Amalia, S.Pd., mahasiswa Magister MPI, yang menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan akademik pada umumnya. Berinteraksi dengan suasana Kawasan Adat Ammatoa Kajang membuatnya semakin memahami bahwa kearifan lokal memiliki banyak nilai pendidikan yang dapat dipelajari. “Kunjungan ini membuat saya melihat bahwa banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari masyarakat. Nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, kesederhanaan, dan kepatuhan terhadap aturan adat merupakan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

Selain memperkaya wawasan mahasiswa Magister MPI, kegiatan ini juga menjadi momentum kebersamaan bagi keluarga besar Magister MPI dan Magister KPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Kebersamaan dosen, staf, alumni, dan mahasiswa selama perjalanan hingga berada di kawasan adat menciptakan suasana kekeluargaan yang semakin erat. Momen kebersamaan tersebut juga diabadikan melalui foto bersama sebagai dokumentasi perjalanan dan kenangan atas pengalaman belajar di kawasan budaya Ammatoa Kajang.

Kunjungan ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang akhirnya menjadi penutup yang bermakna dari rangkaian kegiatan PkM Magister MPI dan KPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar di Kabupaten Bulukumba. Perjalanan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana rekreatif dan kebersamaan, tetapi juga memperluas perspektif akademik melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, sivitas akademika diharapkan semakin menghargai keberagaman budaya Indonesia serta mampu mengambil nilai-nilai positif dari kearifan lokal untuk dikembangkan dalam kehidupan akademik, profesional, dan bermasyarakat. Ammatoa Kajang mengajarkan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran yang tetap relevan untuk membangun generasi masa depan.


Penulis: Nur Hikmah Maudinah