IQT — Program Studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir Program Magister Pascasarjana UIN Alauddin Makassar
kembali menunjukkan perkembangan positif dalam penerimaan mahasiswa baru tahun
akademik 2026–2027. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Muhammad Yahya, M.Ag.
selaku Ketua Program Studi dan Dr. H. Muhammad Irham, M.Th.I. selaku
Sekretaris Program Studi, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir berhasil menerima
sebanyak 72 mahasiswa baru melalui tahapan seleksi.
Mahasiswa yang diterima berasal dari berbagai daerah di
Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Kolaka, Palu,
Bone, Majene, Gowa, Makassar, serta sejumlah daerah lainnya. Keragaman asal
daerah tersebut menjadi salah satu indikator semakin luasnya daya tarik Program
Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai salah satu pilihan pendidikan magister
dalam bidang kajian Al-Qur’an dan tafsir.
Tidak hanya beragam dari sisi daerah asal, mahasiswa baru
juga berasal dari berbagai latar belakang perguruan tinggi dan lembaga
pendidikan Islam. Di antara almamater tersebut adalah Universitas Al-Azhar
Mesir, Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, STAIN Majene, IAIN Bone, IAI Al-Mawaddah
Warahmah Kolaka, UIN Palopo, IAIN Parepare, IIQ Jakarta, UNIDA Gontor, UGM
Yogyakarta, UIN Alauddin Makassar, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Keragaman latar belakang akademik ini menjadi modal penting
bagi pengembangan atmosfer akademik di lingkungan Program Studi Ilmu Al-Qur’an
dan Tafsir. Pertemuan mahasiswa dari berbagai daerah dan tradisi keilmuan
diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik, khususnya dalam pengembangan
kajian Al-Qur’an dan tafsir yang responsif terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
Dari total 72 mahasiswa baru, terdapat 1 mahasiswa
yang diterima melalui Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Kehadiran
penerima beasiswa tersebut semakin memperkuat komitmen program studi dalam
membuka akses pendidikan tinggi dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya
manusia di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Pada periode penerimaan mahasiswa baru semester ganjil
tahun akademik 2026–2027, dari 14 Program Studi Magister yang berada
di lingkungan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Program Studi Ilmu Al-Qur’an
dan Tafsir tercatat sebagai program studi dengan jumlah pendaftar terbanyak
kedua, setelah Program Studi Dirasah Islamiyah.
Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan
masyarakat terhadap Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana UIN
Alauddin Makassar. Selain itu, peningkatan jumlah mahasiswa juga menjadi
tantangan sekaligus peluang bagi program studi untuk terus meningkatkan mutu
pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan menerima 72 mahasiswa baru dari berbagai daerah
di Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat posisi
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai pusat pengembangan keilmuan
Al-Qur’an dan tafsir yang unggul, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan
keilmuan serta kemaslahatan masyarakat.