Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
- Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Empat Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Ikuti Yudisium Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Empat Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Ikuti Yudisium Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

IQT Sebanyak empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengikuti kegiatan Yudisium Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang diselenggarakan pada Senin, 2 November 2026, bertempat di Ruang Promosi Doktor, Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Dermawan, Sri Wahyuni, Mirwan Sudarmawan Rifai, dan A. Putri Aunillah Filayati. Keikutsertaan mereka dalam kegiatan yudisium menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan akademik setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang magister.

Kegiatan yudisium dipandu langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pesan dan motivasi kepada para lulusan magister agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Hasyim Haddade menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya bagi seorang lulusan magister justru dimulai setelah meninggalkan bangku perkuliahan. Masyarakat akan menjadi ruang pengujian nyata terhadap kompetensi, keilmuan, serta kemampuan para lulusan dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan.

“Ujian yang sebenarnya adalah ketika kamu dihadapkan oleh para penguji (masyarakat) yang sesungguhnya. Di era di mana berbagai tantangan dan dinamika perubahan zaman, pertanyaan demi pertanyaan yang diberikan, dan kau harus mampu menjawabnya dengan disiplin ilmu yang masing-masing kau miliki,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual dan sosial. Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan keilmuan, memberikan kontribusi positif, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Keikutsertaan empat mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam yudisium ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengamalkan dan mengembangkan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara lebih luas, baik dalam lingkungan akademik maupun kehidupan sosial keagamaan.

Momentum yudisium ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa.