Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Doktor Baru UIN Alauddin Makassar Bedah Kontekstualisasi Pembelajaran Kitab Kuning di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang

Doktor Baru UIN Alauddin Makassar Bedah Kontekstualisasi Pembelajaran Kitab Kuning di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang

Gowa – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pakar di bidang pendidikan melalui Sidang Promosi Doktor yang digelar di Ruang Promosi Pascasarjana. Penelitian ini menyoroti pentingnya modernisasi metode pengajaran di lembaga pendidikan Islam tradisional tanpa menghilangkan jati diri tradisinya.

Dalam sidang terbuka tersebut, promovendus Saenong, Lc., MA. sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Kontekstualisasi Model Pembelajaran Kitab Kuning di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang". Riset lapangan ini disusun di bawah bimbingan tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Andi Marjuni, M.Pd.I., Dr. H. Abdul Rahman Sakka, Lc., M.Pd.I., dan H. M. Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Integrasi Model Tradisional dan Kontemporer

Dalam paparannya, Saenong mengungkapkan bahwa Ma’had Aly As’adiyah Sengkang telah menerapkan dua model pembelajaran yang berjalan beriringan. Selain mempertahankan metode tradisional seperti bandongan, wetonan, dan sorogan, institusi ini juga mulai mengintegrasikan model kontemporer yang lebih responsif terhadap isu-isu keumatan modern.

Model pembelajaran tersebut bergerak pada tiga lapis utama, yaitu fondasi kurikulum berbasis kitab kuning, praktik pedagogis di pesantren, serta produksi riset akademik dalam bentuk karya ilmiah.

"Kontekstualisasi model pembelajaran ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kualitas keilmuan mahasantri, mulai dari kemampuan membaca kitab hingga ketajaman nalar kritis dalam menulis karya ilmiah turats," jelas Saenong saat mempresentasikan temuannya.

Sistem Kaderisasi Ulama Masa Depan

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kitab kuning di Ma’had Aly tidak hanya berfungsi sebagai transmisi ilmu, tetapi juga sebagai sistem kaderisasi keulamaan berbasis turats yang integratif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam penguatan literasi kitab dan tradisi riset keagamaan.

Dewan Penguji

Sidang ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana dan dihadiri oleh dewan penguji ahli, yaitu Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., Prof. Dr. Afifuddin, Lc., M.Ag., dan Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd. Para penguji memberikan apresiasi atas kedalaman analisis Saenong terkait upaya menyeimbangkan nilai klasik dengan tantangan zaman.

Dengan selesainya prosesi ini, Saenong, Lc., MA. resmi menyandang gelar Doktor pada Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan.