Gowa – Pascasarjana
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pakar di
bidang pendidikan melalui Sidang Promosi Doktor yang digelar di Ruang Promosi Pascasarjana. Penelitian ini menyoroti pentingnya modernisasi metode pengajaran
di lembaga pendidikan Islam tradisional tanpa menghilangkan jati diri
tradisinya.
Dalam sidang terbuka tersebut,
promovendus Saenong, Lc., MA. sukses mempertahankan disertasinya yang
berjudul "Kontekstualisasi Model Pembelajaran Kitab Kuning di Ma’had
Aly As’adiyah Sengkang". Riset lapangan ini disusun di bawah bimbingan
tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Andi Marjuni, M.Pd.I., Dr. H. Abdul
Rahman Sakka, Lc., M.Pd.I., dan H. M. Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D.
Integrasi Model Tradisional
dan Kontemporer
Dalam paparannya, Saenong
mengungkapkan bahwa Ma’had Aly As’adiyah Sengkang telah menerapkan dua model
pembelajaran yang berjalan beriringan. Selain mempertahankan metode tradisional
seperti bandongan, wetonan, dan sorogan, institusi ini
juga mulai mengintegrasikan model kontemporer yang lebih responsif terhadap
isu-isu keumatan modern.
Model pembelajaran tersebut
bergerak pada tiga lapis utama, yaitu fondasi kurikulum berbasis kitab kuning,
praktik pedagogis di pesantren, serta produksi riset akademik dalam bentuk
karya ilmiah.
"Kontekstualisasi model
pembelajaran ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kualitas
keilmuan mahasantri, mulai dari kemampuan membaca kitab hingga ketajaman nalar
kritis dalam menulis karya ilmiah turats," jelas Saenong
saat mempresentasikan temuannya.
Sistem Kaderisasi Ulama Masa
Depan
Hasil penelitian ini menegaskan
bahwa pembelajaran kitab kuning di Ma’had Aly tidak hanya berfungsi sebagai
transmisi ilmu, tetapi juga sebagai sistem kaderisasi keulamaan berbasis turats
yang integratif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan
kurikulum di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam penguatan
literasi kitab dan tradisi riset keagamaan.
Dewan Penguji
Sidang ini dipimpin langsung oleh
Direktur Pascasarjana dan dihadiri oleh dewan penguji ahli, yaitu Prof. Dr.
Hasyim Haddade, M.Ag., Prof. Dr. Afifuddin, Lc., M.Ag., dan Dr. Hj. Yuspiani,
M.Pd. Para penguji memberikan apresiasi atas kedalaman analisis Saenong
terkait upaya menyeimbangkan nilai klasik dengan tantangan zaman.
Dengan selesainya prosesi ini, Saenong,
Lc., MA. resmi menyandang gelar Doktor pada Konsentrasi Pendidikan dan
Keguruan.