Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Gelar Studi Komparatif Indonesia-Australia, Mahasiswa Asal Irak Raih Gelar Doktor di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Gelar Studi Komparatif Indonesia-Australia, Mahasiswa Asal Irak Raih Gelar Doktor di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

GOWA – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menunjukkan reputasinya sebagai kampus berskala internasional. Seorang mahasiswa berkebangsaan Irak yang berdomisili di Selandia Baru, Hani Amer Musa Alaboodi, resmi menyandang gelar Doktor setelah sukses mempertahankan riset kualitatif-kuantitatifnya mengenai industri halal global.

Dalam Sidang Promosi Doktor yang dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., promovendus memaparkan disertasi bereputasi internasional bertajuk “Persepsi dan Kepercayaan Konsumen terhadap Sertifikasi Halal: Studi Komparatif antara Populasi Mayoritas Muslim dan Non-Muslim”.

Proses pembimbingan riset komparatif ini dikawal oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. H. Muslimin H. Kara, M.Ag., Dr. Nasrullah Bin Safa, Lc., M.Ag., dan Dr. Sabbar Dahham Sabbar, Dip.,Sc.,Pub.Adm.,M.BA.


<!--[endif]-->

Tiga Determinan Utama Kepercayaan Sertifikasi Halal

Riset yang melibatkan 250 responden ini menggunakan metode analisis statistik maju Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dan Multi-Group Analysis (MGA). Penelitian membedah secara mendalam peta perbandingan antara Indonesia (representasi negara mayoritas Muslim) dan Australia (representasi negara mayoritas non-Muslim).

Hasil riset membuktikan bahwa kepercayaan konsumen terhadap label halal dibentuk oleh tiga faktor utama:
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

  • Kesadaran Konsumen (Consumer Awareness): Menjadi variabel terkuat (<!--[if gte msEquation 12]>β=0,452<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]--><!--[endif]-->) dalam membentuk tingkat kepercayaan publik.
  • Kredibilitas Sertifikasi (Certification Credibility): Faktor kedua (<!--[if gte msEquation 12]>β=0,318<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]--><!--[endif]-->) yang meniscayakan integritas lembaga penerbit sertifikat.
  • Pengaruh Budaya dan Agama (Cultural and Religious Influence): Memberikan kontribusi signifikan (<!--[if gte msEquation 12]>β=0,267<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]--><!--[endif]-->) dalam persepsi kehalalan produk.

 

Ketiga pilar tersebut secara simultan mampu menjelaskan 56% varians kepercayaan konsumen (<!--[if gte msEquation 12]>R2=0,56<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]--><!--[endif]-->). 


Temuan Komparatif Indonesia vs Australia

Melalui uji Multi-Group Analysis (MGA), penelitian ini menemukan jurang perbedaan yang signifikan pada dinamika konsumen di kedua negara. Konsumen di Indonesia mencatatkan tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi secara signifikan terhadap sertifikasi halal dibandingkan dengan konsumen di Australia. Temuan ini menegaskan bahwa latar belakang sosio-kultural dan demografi keagamaan memiliki pengaruh dominan dalam membentuk respons pasar terhadap produk halal. 

Sidang terbuka ini turut diuji oleh dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Parmitasari, M.Comm., Dr. Lince Bulutoding, M.Si., Ak., CA., dan Dr. Saiful Muchlis, S.E., M.SA., Ak. Para penguji mengapresiasi kontribusi akademis riset ini bagi pencerahan literatur Islamic marketing sekaligus rekomendasi kebijakan bagi regulator halal global.

Dengan berhasilnya ujian terbuka ini, Dr. Hani Amer Musa Alaboodi resmi menjadi lulusan doktor internasional baru Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.