GOWA – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pemikiran akademis baru di bidang filantropi Islam. Melalui Sidang Promosi Doktor yang berlangsung khidmat, penelitian terbaru berhasil membedah strategi penguatan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di era digital melalui pendekatan nilai-nilai keislaman dan keterlibatan donatur.
Dalam ujian terbuka tersebut, promovendus M. Yusuf sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Digital Marketing Strategy dalam Transformasi Digital Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kota Makassar”. Riset ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang mengubah lanskap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dari sekadar transaksi konvensional menuju pembangunan hubungan jangka panjang berbasis kepercayaan (trust).
Jalannya sidang promosi doktor dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag. Dalam proses riset hingga promosi, M. Yusuf dibimbing oleh tim promotor yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Mukhtar Lutfi, M.Pd., serta dua kopromotor, yakni Dr. Rahman Ambo Masse, Lc., M.Ag. dan Dr. Abdi Wijaya, S.S., M.Ag.
Fenomenologi dan Model Islamic Digital Marketing
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan gabungan metode studi fenomenologi dan grounded theory pada empat LAZ di Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, pengelola digital marketing, dan tim fundraising.
Hasil riset mengungkapkan sejumlah temuan krusial:
Manajemen SDM over Teknologi: Keberhasilan strategi digital marketing di LAZ lebih banyak ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) dibanding sekadar tingkat kecanggihan teknologi yang digunakan.
Platform Digital untuk Transparansi: Pemanfaatan media sosial, konten digital, analisis data, hingga sistem pembayaran digital terbukti efektif meningkatkan penghimpunan dana sekaligus memperkuat citra lembaga yang transparan dan profesional.
Tantangan Transformasi: Hambatan utama yang masih dihadapi LAZ meliputi keterbatasan SDM ahli digital, keterbatasan anggaran, integrasi sistem, serta karakteristik sebagian donatur yang masih nyaman dengan metode konvensional.
Salah satu luaran utama dari penelitian ini adalah hadirnya Model Islamic Digital Marketing. Model ini secara sistematis mengintegrasikan tahapan input, process, output, outcome, hingga impact dalam satu kerangka kerja yang saling berkaitan untuk mendorong peningkatan penghimpunan zakat secara berkelanjutan.
Kontribusi Akademik dan Praktis
Sidang terbuka ini turut diuji oleh tim penguji ahli yang terdiri dari Prof. Dr. H. Hamzah Khaeriyah, M.Ag., Dr. Hj. Rahmawati Muin, M.Ag., dan Dr. Sumarlin, S.E., M.Ak. Para penguji mengapresiasi kontribusi riset ini yang tidak hanya memperkaya khazanah literatur Islamic Digital Marketing, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi pengelola lembaga zakat.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi Lembaga Amil Zakat dalam menguatkan kapasitas SDM digital, mengintegrasikan sistem teknologi informasi, serta menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam strategi pemasaran digital di era modern.
Dengan selesainya prosesi ujian terbuka ini, M. Yusuf resmi menyandang gelar Doktor pada Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.