PADANG – Pascasarjana
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terus menunjukkan peran
aktifnya dalam penguatan tata kelola pendidikan tinggi Islam tingkat nasional.
Keikutsertaan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Wakil Direktur Pascasarjana
UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., pada
helatan Forum Direktur Pascasarjana (FORDIPAS) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Padang,
Sumatera Barat.
Pertemuan tahunan yang dihimpun
oleh seluruh pimpinan Pascasarjana PTKIN se-Indonesia ini menjadi wadah
konsolidasi strategis untuk mendiskusikan penjaminan mutu, pengembangan
kurikulum magister dan doktor, serta penguatan daya saing lulusan di tengah era
transformasi digital.
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->
Fokus Kolaborasi Akademik dan
Penguatan Mutu
Dalam rangkaian pembahasan, para
peserta forum menguraikan berbagai tantangan mutakhir pendidikan tinggi, mulai
dari adaptasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence),
akselerasi publikasi ilmiah internasional, hingga integrasi data kelembagaan.
Prof. Dr. Hasyim Haddade,
M.Ag. menekankan bahwa FORDIPAS memiliki posisi krusial untuk
membangun fondasi kerja sama yang lebih konkret di antara institusi PTKIN.
“Forum ini bukan hanya menjadi
ruang silaturahmi para pimpinan Pascasarjana PTKIN, tetapi juga menjadi wadah
untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan strategi dalam meningkatkan mutu
pendidikan Pascasarjana. Melalui FORDIPAS, kita dapat memperkuat kolaborasi
dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada
masyarakat, maupun pengembangan program akademik yang berorientasi pada
kebutuhan masa depan,” tegas Prof. Hasyim.
Kesiapan Sebagai Tuan Rumah
FORDIPAS 2027
Momentum keikutsertaan kali ini
terasa kian istimewa bagi civitas akademika UIN Alauddin Makassar. Berdasarkan
kesepakatan forum, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar resmi ditunjuk
dan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan FORDIPAS se-Indonesia pada tahun 2027
mendatang.
Penunjukan ini menegaskan
kepercayaan nasional terhadap kesiapan infrastruktur dan kapasitas akademik
Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Keterlibatan aktif sekaligus penunjukkan
sebagai tuan rumah mendatang diharapkan semakin memperkokoh posisi institusi
sebagai pusat keunggulan (center of excellence) riset dan keilmuan Islam
berwawasan global.