Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Raih Gelar Doktor, Disertasi Terbaru Bedah Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Pesantren di Bone

Raih Gelar Doktor, Disertasi Terbaru Bedah Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Pesantren di Bone

Gowa – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pakar di bidang ekonomi Islam melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar di Ruang Promosi Pascasarjana, Kampus II UIN Alauddin Gowa. Kajian tersebut menyoroti pentingnya optimalisasi ekosistem pondok pesantren sebagai motor penggerak inklusi keuangan syariah di tingkat regional.

Dalam sidang terbuka tersebut, promovendus Syamsul Bahri, S.E.Sy., M.E.Sy. sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada Pondok Pesantren di Kabupaten Bone." Riset mendalam yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini disusun pada Konsentrasi Ekonomi Islam dan Industri Halal. Penulisan karya ilmiah ini berjalan sukses di bawah bimbingan dan arahan tim promotor, yaitu Prof. Dr. H. Muslimin H. Kara, M.Ag. (Promotor), Prof. Dr. Amiruddin K., M.E. (Kopromotor 1), dan Dr. H. Rahman Ambo Masse, Lc., M.Ag. (Kopromotor 2)..

Peran Multidimensi dan Ekosistem Keuangan di Lingkungan Pesantren

Dalam paparannya di hadapan dewan penguji, Dr. Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa pondok pesantren di Kabupaten Bone memiliki peran strategis yang masif dan multidimensional dalam meningkatkan literasi keuangan berbasis syariah. Pesantren tidak lagi sekadar menjadi lembaga keagamaan, melainkan telah bergerak aktif sebagai episentrum pemberdayaan ekonomi umat.

Berdasarkan hasil analisisnya, tata kelola literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pesantren berjalan melalui beberapa pilar ekosistem yang saling terintegrasi:

  • Pilar Pendidikan & Dakwah: Internalisasi nilai ekonomi syariah yang diterapkan melalui jalur pilar pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta diperkuat melalui aspek pemberdayaan dan syiar dakwah.
  • Layanan Keuangan Internal Transaksional: Implementasi layanan transaksional harian santri yang meliputi sistem pembayaran administrasi santri, kartu belanja khusus santri, hingga pengelolaan dana sosial berupa infaq dan sedekah.
  • Kemandirian Unit Usaha Lembaga: Pengokohan sektor ekonomi pesantren melalui optimalisasi peran Koperasi Pesantren, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), hingga pendirian Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes).
  • Sinergi Keuangan Sosial (Social Finance): Aktivitas layanan keuangan sosial yang berfokus pada efektivitas tata kelola kelembagaan zakat dan lembaga wakaf.
  • Kemitraan Strategis Eksternal: Membangun kolaborasi dan kemitraan aktif dengan pihak luar dalam bentuk kegiatan sponsor, sosialisasi, serta program pengembangan lembaga ekonomi pesantren.

"Ekosistem pondok pesantren memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah. Melalui integrasi antara pilar pendidikan, unit usaha mandiri seperti BUMPes, serta tata kelola keuangan sosial, pesantren mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif," jelas Dr. Syamsul Bahri saat mempresentasikan temuannya.

Hambatan Struktural dan Rekomendasi Pemangku Kebijakan

Lebih jauh dalam pembahasannya, temuan riset ini mengidentifikasi adanya sejumlah hambatan struktural yang masih memerlukan intervensi kolaboratif. Dr. Syamsul Bahri menggarisbawahi beberapa kendala utama di lapangan, di antaranya keterbatasan regulasi teknis, tantangan integrasi kurikulum bidang ekonomi dan keuangan syariah, keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pola kolaborasi yang masih terbatas, serta minimnya akses terhadap pemanfaatan teknologi modern.

Oleh karena itu, disertasi ini memberikan kontribusi keilmuan berupa kajian teoretis baru mengenai pengembangan pondok pesantren dan literasi keuangan syariah. Selain itu, lahir pula implikasi praktis yang ditujukan langsung bagi para pemangku kepentingan (stakeholders). Diperlukan partisipasi aktif dan sinergi berkelanjutan dari pemerintah, perguruan tinggi, Lembaga Keuangan Syariah, OJK, KNEKS, dan lembaga sosial lainnya untuk bersinergi melakukan pendampingan literasi keuangan syariah di pondok pesantren.

Apresiasi Tinggi dari Dewan Penguji Ahli

Sidang Promosi Doktor yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar selaku Pimpinan Sidang. Jalannya ujian terbuka ini juga dihadiri oleh dewan penguji ahli yang memberikan pertanyaan serta masukan kritis, yakni Prof. Dr. H. Mukhtar Lutfi, M.Pd., Prof. Dr. H. Hamzah Khaeriyah, M.Ag., dan Dr. Hj. Rahmawati Muin, M.Ag.

Para penguji memberikan apresiasi tinggi atas kedalaman analisis Dr. Syamsul Bahri yang dinilai sangat kontekstual dan solutif dalam mendukung penguatan ekonomi syariah serta ekosistem industri halal nasional.

Dengan digelarnya prosesi akademik ini, Syamsul Bahri, S.E.Sy., M.E.Sy. resmi menyandang gelar Doktor pada Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Capaian ilmiah ini diharapkan dapat menjadi rujukan nyata bagi akselerasi inklusi keuangan syariah berbasis pesantren di Indonesia.