Gowa – Pascasarjana
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan pakar di
bidang ekonomi Islam melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor yang digelar di
Ruang Promosi Pascasarjana, Kampus II UIN Alauddin Gowa. Kajian tersebut
menyoroti pentingnya optimalisasi ekosistem pondok pesantren sebagai motor
penggerak inklusi keuangan syariah di tingkat regional.
Dalam sidang terbuka tersebut,
promovendus Syamsul Bahri, S.E.Sy., M.E.Sy. sukses mempertahankan
disertasinya yang berjudul "Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah pada
Pondok Pesantren di Kabupaten Bone." Riset mendalam yang menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini disusun pada Konsentrasi
Ekonomi Islam dan Industri Halal. Penulisan karya ilmiah ini berjalan
sukses di bawah bimbingan dan arahan tim promotor, yaitu Prof. Dr. H.
Muslimin H. Kara, M.Ag. (Promotor), Prof. Dr. Amiruddin K., M.E.
(Kopromotor 1), dan Dr. H. Rahman Ambo Masse, Lc., M.Ag. (Kopromotor 2)..
Peran Multidimensi dan
Ekosistem Keuangan di Lingkungan Pesantren
Dalam paparannya di hadapan dewan
penguji, Dr. Syamsul Bahri mengungkapkan bahwa pondok pesantren di Kabupaten
Bone memiliki peran strategis yang masif dan multidimensional dalam
meningkatkan literasi keuangan berbasis syariah. Pesantren tidak lagi sekadar
menjadi lembaga keagamaan, melainkan telah bergerak aktif sebagai episentrum
pemberdayaan ekonomi umat.
Berdasarkan hasil analisisnya,
tata kelola literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan pesantren
berjalan melalui beberapa pilar ekosistem yang saling terintegrasi:
- Pilar Pendidikan & Dakwah: Internalisasi
nilai ekonomi syariah yang diterapkan melalui jalur pilar pendidikan
formal, nonformal, dan informal, serta diperkuat melalui aspek
pemberdayaan dan syiar dakwah.
- Layanan Keuangan Internal Transaksional:
Implementasi layanan transaksional harian santri yang meliputi sistem
pembayaran administrasi santri, kartu belanja khusus santri, hingga
pengelolaan dana sosial berupa infaq dan sedekah.
- Kemandirian Unit Usaha Lembaga: Pengokohan
sektor ekonomi pesantren melalui optimalisasi peran Koperasi Pesantren,
Baitul Maal wat Tamwil (BMT), hingga pendirian Badan Usaha Milik Pesantren
(BUMPes).
- Sinergi Keuangan Sosial (Social Finance):
Aktivitas layanan keuangan sosial yang berfokus pada efektivitas tata
kelola kelembagaan zakat dan lembaga wakaf.
- Kemitraan Strategis Eksternal: Membangun
kolaborasi dan kemitraan aktif dengan pihak luar dalam bentuk kegiatan
sponsor, sosialisasi, serta program pengembangan lembaga ekonomi
pesantren.
"Ekosistem pondok pesantren
memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah.
Melalui integrasi antara pilar pendidikan, unit usaha mandiri seperti BUMPes,
serta tata kelola keuangan sosial, pesantren mampu menciptakan kemandirian
ekonomi yang inklusif," jelas Dr. Syamsul Bahri saat mempresentasikan
temuannya.
Hambatan Struktural dan
Rekomendasi Pemangku Kebijakan
Lebih jauh dalam pembahasannya,
temuan riset ini mengidentifikasi adanya sejumlah hambatan struktural yang
masih memerlukan intervensi kolaboratif. Dr. Syamsul Bahri menggarisbawahi
beberapa kendala utama di lapangan, di antaranya keterbatasan regulasi teknis,
tantangan integrasi kurikulum bidang ekonomi dan keuangan syariah, keterbatasan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pola kolaborasi yang masih terbatas, serta
minimnya akses terhadap pemanfaatan teknologi modern.
Oleh karena itu, disertasi ini
memberikan kontribusi keilmuan berupa kajian teoretis baru mengenai
pengembangan pondok pesantren dan literasi keuangan syariah. Selain itu, lahir
pula implikasi praktis yang ditujukan langsung bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).
Diperlukan partisipasi aktif dan sinergi berkelanjutan dari pemerintah,
perguruan tinggi, Lembaga Keuangan Syariah, OJK, KNEKS, dan lembaga sosial
lainnya untuk bersinergi melakukan pendampingan literasi keuangan syariah di
pondok pesantren.
Apresiasi Tinggi dari Dewan
Penguji Ahli
Sidang Promosi Doktor yang
berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN
Alauddin Makassar selaku Pimpinan Sidang. Jalannya ujian terbuka ini juga
dihadiri oleh dewan penguji ahli yang memberikan pertanyaan serta masukan
kritis, yakni Prof. Dr. H. Mukhtar Lutfi, M.Pd., Prof. Dr. H. Hamzah
Khaeriyah, M.Ag., dan Dr. Hj. Rahmawati Muin, M.Ag.
Para penguji memberikan apresiasi
tinggi atas kedalaman analisis Dr. Syamsul Bahri yang dinilai sangat
kontekstual dan solutif dalam mendukung penguatan ekonomi syariah serta
ekosistem industri halal nasional.
Dengan digelarnya prosesi
akademik ini, Syamsul Bahri, S.E.Sy., M.E.Sy. resmi menyandang gelar
Doktor pada Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Capaian ilmiah ini diharapkan
dapat menjadi rujukan nyata bagi akselerasi inklusi keuangan syariah berbasis
pesantren di Indonesia.