Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Sambut Mahasiswa Baru S2 & S3, Pascasarjana UIN Alauddin Gelar Orientasi 2 Hari Bedah Mutu Akademik hingga Ekoteologi

Sambut Mahasiswa Baru S2 & S3, Pascasarjana UIN Alauddin Gelar Orientasi 2 Hari Bedah Mutu Akademik hingga Ekoteologi

GOWA – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meluncurkan arah akademis baru yang progresif dalam menyambut mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (2–3/9/2026), di Ruang Promosi Doktor Kampus II Samata-Gowa.

Mengusung tema besar "Al-Qur'an, Ekoteologi, dan Masa Depan Peradaban: Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Pendidikan, Ekonomi, Hukum, dan Kesehatan", kegiatan ini dirancang sebagai respons konkret dunia akademik terhadap tantangan krisis lingkungan, moralitas, serta disrupsi global.


Hari Pertama: Penguatan Mutu Akademik dan Digitalisasi Kampus

Pada hari pertama, Selasa (2/9/2026), orientasi difokuskan pada penguatan mutu riset dan efisiensi digitalisasi ekosistem kampus bagi mahasiswa baru melalui dua narasumber utama:

  • H. M. Nur Akbar Rasyid, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Alauddin Makassar) memaparkan standardisasi mutu akademik dan riset. Beliau menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam pada pilar Pendidikan, Ekonomi, Hukum, dan Kesehatan untuk melahirkan karya ilmiah bereputasi internasional.

  • Asep Indra Syahyadi, S.Kom., M.Kom. (Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Alauddin Makassar) memberikan panduan komprehensif mengenai digitalisasi ekosistem kampus, optimalisasi sistem informasi akademik berbasis teknologi terkini, serta efisiensi layanan administrasi riset mandiri.


Hari Kedua: Pembukaan oleh Rektor dan Bedah Gagasan Ekoteologi

Puncak orientasi pada hari kedua, Rabu (3/9/2026), dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya saat membuka acara, Rektor mengapresiasi penentuan tema orientasi yang futuristik dan mengimbau mahasiswa Pascasarjana agar tradisi akademik di UIN Alauddin senantiasa berorientasi pada penciptaan karya ilmiah yang solutif, berdampak luas, serta menjawab problem riil masyarakat.

Sesi materi inti ekoteologi menghadirkan pakar tafsir Al-Qur'an nasional, Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A. (Direktur Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta dan Pakar Tafsir Al-Azhar Kairo). Dalam pemaparannya, Prof. Muchlis membedah secara mendalam bagaimana Al-Qur'an memberikan landasan etis dan spiritual (ekoteologi) dalam merawat ekosistem bumi demi menjamin keberlanjutan peradaban manusia.

Gagasan ekoteologi ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta (habl min Allah) dan sesama manusia (habl min al-nas), tetapi juga hubungan harmoni dan kepedulian terhadap alam semesta (habl min al-'alam). Melalui perspektif integratif ini, riset-riset lintas disiplin—baik di bidang pendidikan, hukum, ekonomi syariah, maupun kesehatan—didorong untuk berorientasi pada prinsip kelestarian ekologis dan penegakan peran manusia sebagai khalifah fi al-ardh (pemelihara bumi).

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., menambahkan bahwa kesadaran ekoteologi adalah modal utama akademisi Islam untuk mencegah kerusakan lingkungan dan krisis kemanusiaan global yang tidak bisa lagi diselesaikan sekadar melalui pendekatan teknologi murni.


Komitmen Melahirkan Riset Solutif

Rangkaian orientasi dua hari ini berlangsung interaktif dan dinamis. Ratusan mahasiswa baru dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari akademisi, praktisi hukum, pelaku ekonomi, hingga tenaga medis—antusias mengikuti seluruh tahapan pemaparan materi dan diskusi panel.

Melalui agenda orientasi ini, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar berkomitmen mengawal mahasiswa Magister dan Doktor agar melahirkan tesis dan disertasi bereputasi yang tidak hanya menjadi dokumen perpustakaan, melainkan kontribusi konkret bagi peradaban dari hulu ke hilir.