GOWA – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan doktor baru di bidang Komunikasi Islam. Penelitian ilmiah yang dipaparkan dalam sidang terbuka kali ini membedah dinamika penerimaan Gen Z di Sulawesi Selatan terhadap serbuan hoaks politik di ruang siber.
Ujian terbuka yang berlangsung khidmat pada Rabu (19/8/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag. Di hadapan dewan penguji, promovendus Nahrul Hayat sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Komunikasi Politik Generasi Z di Sulawesi Selatan: Analisis Resepsi terhadap Hoax Politik”.
Penelitian pada Program Studi Dirasah Islamiyah Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi ini diselesaikan di bawah bimbingan tim promotor yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Si., M.Pd., M.M., serta dua kopromotor, yakni Prof. Dr. H. Firdaus Muhammad, M.Ag. dan Dr. Awal Muqsith, Lc., M.Phil.
Bentuk Hoaks dan Perilaku Komunikasi Gen Z
Riset kualitatif eksploratif ini melatarbelakangi posisi Gen Z sebagai kelompok pemilih terbesar dalam peta demokrasi Indonesia. Penelitian menemukan bahwa hoaks politik yang paling kerap diterima Gen Z hadir dalam bentuk meme, video, narasi visual, serta pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan.
Nahrul Hayat menguraikan bahwa Gen Z tidak merespons hoaks secara pasif. Penerimaan informasi mereka dibentuk oleh dinamika kognitif, afektif (emosional), identitas sosial, serta karakteristik platform digital yang digunakan. Perilaku komunikasi politik mereka juga terwujud dalam praktik everyday political talk, mulai dari memberikan komentar, membagikan konten, hingga memilih sikap diam secara selektif (selective silence) sebagai strategi komunikasi.
Kontribusi Teoretis Model Triaksial dan Nilai Tabayyun
Secara teoretis, studi ini memberikan sumbangsih baru bagi dunia akademik dengan melahirkan Model Elaborasi Triaksial. Model ini memperluas kerangka Elaboration Likelihood Model (ELM) dengan memadukan dimensi kognitif, afektif, dan struktural media digital.
Selain kontribusi teoritis, penelitian ini menegaskan krusialnya penguatan literasi digital yang dipadukan dengan etika komunikasi Islam:
Prinsip Tabayyun: Melakukan verifikasi dan kehati-hatian sebelum merespons atau menyebarkan pesan.
Budaya Sipakatau-Sipakalebbi: Menghidupkan kearifan lokal Sulawesi Selatan dalam merawat etika dan saling menghargai di ruang publik digital.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi penyelenggara pemilu, regulator media, dan akademisi dalam membangun ketahanan informasi masyarakat di era transformasi digital.
Dengan selesainya prosesi ujian terbuka ini, Dr. Nahrul Hayat resmi meraih gelar Doktor pada Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.